hukum 1 termodinamika
HUKUM I TERMODINAMIKA.
KALOR JENIS GAS.
Suhu suatu gas dapat dinaikkan dalam kondisi yang
bermacam-macam. Volumenya dikonstankan, tekanannya dikonstankan atau
kedua-duanya dapat dirubah-rubah menurut
kehendak. Pada tiap-tiap kondisi ini panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu
sebesar satu satuan suhu untuk tiap satuan massa adalah berlainan. Dengan kata
lain suatu gas mempunyai bermacam-macam kapasitas panas. Tetapi hanya dua macam
yang mempunyai arti praktis yaitu :
-
Kapasitas panas pada volume konstan.
-
Kapasitas panas pada tekanan konstan.
Kapasitas panas gas
ideal pada tekanan konstan selalu lebih besar dari pada kapasitas panas gas
ideal pada volume konstan, dan selisihnya sebesar konstanta gas umum (universil) yaitu : R = 8,317 J/mol 0K.
cp - cv = R
cp = kapasitas panas jenis ( kalor jenis ) gas
ideal pada tekanan konstan.
cv =
kapasitas panas jenis ( kalor jenis ) gas ideal pada volume konstan.
Berdasarkan teori
kinetik gas kita dapat menghitung panas jenis gas ideal,sebagai berikut:
a. Untuk gas beratom
tunggal ( monoatomik ) diperoleh bahwa :

b. Untuk gas beratom dua
( diatomik ) diperoleh bahwa :

LATIHAN SOAL
1.
Hitunglah kalor jenis gas
Oksigen pada volume dan tekanan tetap bila massa molekul gas Oksigen 32
gram/mol.
2.
Hitunglah kalor jenis gas-gas
berikut ini pada volume dan tekanan tetap.
a. Gas
Neon monoatomik, bila masa molekulnya 2,018 gram/mol
b. Gas
Hidrogen diatomik, bila massa molekulnya 2,016 gram/mol
3.
Kapasitas panas jenis Nitrogen
pada volume tetap adalah 7,14 x 102
J/kg 0K. Carilah kapasitas panas jenisnya pada tekanan tetap.
Diketahui massa molekul Nitrogen 28 gram/mol dan konstanta umum gas R = 8,317
J/mol0K
4.
Hitunglah kalor jenis gas Argon
beratom satu pada volume tetap bila kalor jenisnya pada tekanan tetap 5,23 x 102
J/kg 0K
= 1,67
5.
Hitunglah kalor jenis pada
tekanan tetap dari gas Oksida zat lemas beratom dua bila kalor jenisnya pada
volume tetap adalah 6,95 x 102 J/kg. 0K dan
= 1,4
USAHA YANG DILAKUKAN GAS.
Temodinamika merupakan
cabang ilmu fisika yang mempelajari mengenai pengaliran panas,
perubahan-perubahan energi yang diakibatkan dan usaha yang dilakukan oleh
panas.
1.
Usaha luar ( W ) yaitu : Usaha
yang dilakukan oleh sistem terhadap sekelilingnya terhadap sistem. Misalkan gas
dalam ruangan yang berpenghisap bebas tanpa gesekan dipanaskan ( pada tekanan
tetap ) ; maka volume akan bertambah dengan V.

Usaha yang dilakukan oleh gas terhadap udara luar :
W = p.
V
2. Usaha dalam ( U )
adalah : Usaha yang dilakukan oleh bagian dari suatu sistem pada bagian lain
dari sitem itu pula. Pada pemanasan gas seperti di atas, usaha dalam adalah
berupa gerakan-gerakan antara molekul-molekul gas yang dipanaskan menjadi lebih
cepat.
Energi
dalam suatu gas Ideal adalah : 
HUKUM I TERMODINAMIKA.
Dalam suatu sistem yang
mendapat panas sebanyak
Q akan terdapat perubahan energi dalam (
U ) dan melakukan usaha luar (
W ).
PROSES
- PROSES PADA HUKUM TERMODINAMIKA I.
1.
Hukum I termodinamika untuk Proses Isobarik.
Pada proses ini gas
dipanaskan dengan tekanan tetap.
( lihat gambar ).

sebelum dipanaskan sesudah dipanaskan
Dengan demikian pada proses
ini berlaku persamaan Boyle-GayLussac
Jika grafik ini
digambarkan dalam hubungan P dan V maka dapat grafik sebagai berikut :

Pemanasan
Pendinginan
Usaha luar yang dilakukan
adalah : W = p ( V2 - V1 ). karena itu hukum I
termodinamika dapat dinyatakan :
Panas yang diperlukan untuk
meningkatkan suhu gas pada tekanan tetap dapat dinyatakan dengan persamaan :
Pertambahan energi dalam
gas dapat pula dinyatakan dengan persamaan :
Karena itu pula maka
usaha yang dilakukan pada proses isobarik dapat pula dinyatakan dengan
persamaan :
m =
massa gas
cp
= kalor jenis gas pada tekanan tetap
cv = kalor
jenis pada volume tetap.
LATIHAN SOAL.
1. Satu gram air ( 1
cc ) berubah menjadi 1,671 cc uap bila dididihkan pada tekanan 1 atm. Panas penguapan pada tekanan ini
adalah 539 kal/gram. Hitunglah usaha luar pada penembakan energi dalam.
2. 1 liter air
massanya 1 kg mendidih pada suhu 1000 C dengan tekanan 1,013 x 105
N/m2 diubah menjadi uap pada suhu 1000 C dan tekanan
1,013 x 105 N/m2 . Pada keadaan ini volume uap air adalah
1,674 liter. Carilah usaha luar yang dilakukan dan dihitung penambahan energi
dalam. Panas penguapan air 2,26 . 106 J/kg.
3. Gas Nitrogen yang massanya 5 kg suhunya dinaikkan dari 100 c
menjadi 1300 c pada tekanan tetap. Tentukanlah :
a. Panas yang ditambahkan
b. Penambahan energi dalam
c. Usaha luar yang dilakukan.
4.
Satu mol karbon monoksida
dipanaskan dari 150 C menjadi 160 C pada tekanan tetap.
Bila massa molekul karbon monoksida adalah 28,01 gram/mol cp
= 1,038 x 103 J/kg 0K dan g = 1,4
Tentukanlah
:
a.
Penambahan energi dalam.
b. Usah
luar yang dilakukan.
2.
Hukum I Termodinamika untuk Proses Isokhorik ( Isovolumik )
Pada proses ini volume
Sistem konstan. ( lihat gambar )

Sebelum dipanaskan. Sesudah dipanaskan.
Dengan demikian dalam proses
ini berlaku Hukum Boyle-Gay Lussac dalam bentuk :
Jika digambarkan dalam
grafik hubungan P dan V maka grafiknya sebagai berikut :

Pemanasan
Pendinginan
Karena
V = 0 maka W = p .
V
W = 0 ( tidak ada usaha luar
selama proses )
Kalor yang diserap oleh
sistem hanya dipakai untuk menambah energi dalam (
U )
LATIHAN SOAL
1.
Temperatur 5 kg gas Nitrogen
dinaikkan dari 100 C menjadi 1300 C pada
volume tetap. Bila cv = 7,41 x 102 J/kg 0K , cp
= 1,04 x 103 J/kg 0K, carilah :
a. Usaha luar yang dilakukan.
b. Penambahan energi dalam.
c. Panas Yang ditambahkan.
2. Suatu gas yang
massanya 3 kg dinaikkan suhunya dari -200 C menjadi 800 C melalui proses
isokhorik. Hitunglah penambahan energi dalam gas tersebut, bila diketahui cp = 248 J/kg 0K, cv = 149 J/kg 0K
3.
Satu mol karbon monoksida dipanaskan
dari 150 C menjadi 160 C pada volume tetap. Massa
molekulnya 28,01 gram/mol. cp = 1,03 x 103 J/kg. 0
K dan g = 1,40 . Hitunglah penambahan energi dalam.
4. Gas Ideal sebanyak 2 mol dengan tekanan 4 atsmosfer volumenya sebesar 8,2
liter. Gas ini mengalami proses isokhorik sehingga tekanannya menjadi 8
atsmosfer. Bila diketahui : cv = 3 kal/mol. 0C dan R =
0,08207 liter. atm/mol. 0 C ; tentukanlah :
a. Usaha yang
dilakukan.
b. Panas yang
ditambahkan.
3.
Hukum I termodinamika untuk proses Isothermik.
Selama proses suhunya
konstan.
( lihat gambar )

Sebelum dipanaskan. Sesudah dipanaskan.
Oleh karena suhunya tetap,
maka berlaku Hukum BOYLE.
P1
V2 = P2 V2
Jika digambarkan grafik
hubungan P dan V maka grafiknya berupa :

Pemanasan
Pendinginan
Karena suhunya konstan T2
= T1 maka :
=
n R T2
-
n R T1
= 0 ( Usaha dalamnya nol )
Kalor yang diserap
sistem hanya dipakai untuk usaha luar saja.
ln x
=2,303 log x
4. Hukum I Termodinamika untuk proses Adiabatik.
Selama proses tak ada panas
yang masuk / keluar sistem jadi Q = 0
( lihat gambar )

Sebelum proses Selama/akhir proses
oleh karena tidak ada panas
yang masuk / keluar sistem maka berlaku Hukum
Boyle-Gay Lussac
Jika digambarkan dalam
grafik hubungan P dan V maka berupa :

Pengembangan
Pemampatan
Karena
Q = 0 maka O =
U +
W
U2 -U1
= -
W
Bila
W negatif ( -W = sistem ditekan ) usaha dalam
sistem (
U ) bertambah. Sedangkan hubungan antara suhu
mutlak dan volume gas pada proses adibatik, dapat dinyatakan dengan persamaan :
T.Vg-1 = konstan atau
T1.V1g-1 = T2.V2g-1
Usaha yang dilakukan
pada proses adiabatik adalah :
W = m .
cv ( T1 - T2 ) atau
W =
( V2g-1 - V1g-1 )
Juga berlaku persamaan : P1.V1g = P2.V2g
LATIHAN SOAL.
1. Perbandingan kompresi sebuah mesin disel
kira-kira
156. Jika pada permulaan gerak pemampatan silindernya berisi udara sebanyak 2
mol pada tekanan 15 N/m2 dan suhu 2470 c, hitunglah
tekanan dan suhu pada akhir gerak. Andai kata udara sebagai gas ideal dan
pemampatanya secara adiabatik. massa molekul udara adalah 32 gram/mol. cv
= 650 J/kg0K dan cp = 909 J/kg 0K. Hitunglah usaha
luar yang dilakukan.
2. Suatu volume gas
Nitrogen sebesar 22,4 liter pada tekanan 105 N/m2 dan
suhu 00 C dimampatkan secara adiabatik sehingga volumenya menjadi
1/10 volume mula-mula. Carilah :
a. Tekanan akhirnya.
b. Suhu akhirnya.
c. Usaha luar yang dilakukan.
Diketahui pula bahwa Mr = 28 gram/mol
= 1,4 cv = 741 J/kg 0K.
3. Lima molekul gas
Neon pada tekanan 2 x 105 Nm-2 dan suhu 270 c
dimampatkan secara adiabatik sehingga volumenya menjadi 1/3 dari volume
mula-mula. Bila g = 1,67 cp = 1,03 x 103
J/kg 0K Mr = 20,2 gram/mol. Tentukan :
a. Tekanan akhir pada proses ini.
b. Temperatur akhir.
c. Usaha luar yang dilakukan.
4.
Suatu gas ideal dengan = 1,5
dimampatkan secara adiabatik sehingga volumenya menjadi
kali dari volume mula-mula. Bila pada awal proses
tekanan gas 1 atm, tentukanlah tekanan gas pada akhir proses.
5.
Gas oksigen dengan tekanan 76
cm Hg dimampatkan secara adiabatik sehingga volumenya menjadi
volume mula-mula. Bila gas Oksigen adalah gas
diatomik dan R = 8,317 J/mol 0K
; Tentukanlah tekanan akhir gas tersebut.
6. Volume gas pada
suhu 200 C mengembang secara adiabatik sehingga volumenya menjadi 2
kali volume mula-mula. Tentukanlah temperatur akhirnya bila g =1,4.
PENERAPAN HUKUM I TERMODINAMIKA.
PENGERTIAN SIKLUS.
Suatu pesawat yang dapat
mengubah seluruh kalor yang diserapnya menjadi usaha secara terus menerus belum
pernah kita jumpai. yang ada hanya pengubahan kalor menjadi usaha melalui satu
tahap saja. Misalnya : proses isothermis.
Agar sistem ini dapat
bekerja terus-menerus dan hasilnya ada kalor yang diubah menjadi usaha,
maka harus ditempuh cara-cara tertentu.
Perhatikan gambar di bawah ini.

- Mulai dari ( P1
, V1 ) gas mengalami proses isothermis sampai ( P2 , V2
).
- Kemudian proses isobarik
mengubah sistem dari ( P2 , V2 ) sampai ( P2 ,
V1 ).
- Akhirnya proses isobarik
membuat sistem kembali ke ( P1 , V1 ).
Usaha yang dilakukan sama dengan
luas bagian gambar yang diarsir proses seperti yang ditunjukkan pada gambar
diatas disebut : SIKLUS. Pada akhir proses sistem kembali ke keadaan semula.
Ini berarti pada akhir siklus energi dalam sistem sama dengan energi dalam
semula. Jadi untuk melakukan usaha secara terus menerus, suatu siklus harus
melakukan usaha secara terus menerus, suatu siklus harus bekerja dalam suatu
siklus.
LATIHAN SOAL.
1. Gas sebanyak 2mol
dengan cv = 12,6 J/mol 0K menjalani garis tertutup (1),
(2) dan (3). Proses 2-3 berupa pemampatan isotermik. Hitunglah untuk tiap-tiap
bagian garis tertutup itu :

a. Usaha oleh gas.
b. Panas yang ditambahkan pada gas.
c. Perubahan energi dalamnya.
2. Pada suatu prose
tertentu diberikan panas sebanyak 500 kalori ke sistem yang bersangkutan dan
pada waktu yang bersamaan dilakukan pula usaha mekanik sebesar 100 joule
terhadap sistem tersebut. Berapakah tambahan energi dalamnya ?
3. Diagram di bawah
ini menunjukkan tiga proses untuk suatu gas ideal, di titik 1 suhunya 600 0K dan
tekanannya 16 x 105 Nm-2 sedangkan volumenya 10-3m3
. Dititik 2 volumenya 4 x 10-3m3 dari proses 1-2 dan 1-3
salah satu berupa proses isotermik dan yang lain adiabatik. g = 1,5

a. Diantara proses 1-2 dan 1-3 yang manakah proses isotermik dan mana
adiabatik ?
Bagaimana
kita dapat mengetahui ?
b. Hitung tekanan di titik 2 dan 3
c. Hitung suhu dititik 2 dan 3
d. Hitung volumenya di titik 3 pada proses itu.
4. Pada permulaan 2
mol zat asam ( gas diatomik ) suhunya 270 c dan volumenya 0,02 m3.
Gas disuruh mengembang secara isobaris sehingga volumenya menjadi dua kali
lipat kemudian secara adiabatik hingga suhunya mencapai harga yang seperti
permulaan lagi. R = 8,317 J/mol 0K. Tentukanlah :
a. Berapakah banyaknya energi dalam totalnya ?
b. Berapakah banyaknya panas yang ditambahkan ?
c. Berapakah usaha yang dilakukan ?
d. Berapakah volume pada akhir proses ?
5. Sebuah mesin
pemanas menggerakkan gas ideal monoatomik sebenyak 0,1 mol menurut garis
tertutup dalam diagram P-V pada gambar di bawah ini. Proses 2-3 adalah proses
adiabatik.

a.
Tentukanlah suhu dan tekanan pada titik 1,2 dan 3.
b.
Tentukanlah usaha total yang dilakukan gas.
EFISIENSI MESIN.
Mengubah tenaga panas
menjadi tenaga mekanik pertama-tama selalu memerlukan sebuah mesin, misalnya :
mesin uap, mesin bakar atau mesin diesel. Pengalaman-pengalaman dengan
mesin-mesin yang terdapat dalam praktek membawa kita kepada hukum Termodinamika
II yang ringkasnya sebagai berikut :
“
Adalah Tidak Mungkin Dapat Suatu Mesin Yang Bekerja Dalam Lingkaran Yang Tidak
Menimbulkan Efek Lain Selain Daripada Mengambil Panas Dari Suatu Sumber Dan
Merubah Panas Ini Seluruhnya Menjadi Usaha “.
Siklus
Carnot Dan Efesiensinya.
Siklus Carnot.
Siklus carnot yang disebut
siklus ideal ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Siklus Carnot dibatasi oleh
garis lengkung isotherm dan dua garis lengkung adiabatik. Hal ini memungkinkan
seluruh panas yang diserap ( input panas ) diberikan pada satu suhu panas yang
tinggi dan seluruh panas yang dibuang ( panas output ) dikeluarkan pada satu
suhu rendah.
-
Kurva ab dan cd masing-masing
adalah kurva pengembangan dan pemampatan isoteremis.
-
Kurva bc dan da masing-masing adalah kurva
pengembangan dan pemampatan adiabatik.
Untuk
bahan perbandingan, ditunjukkan beberapa siklus untuk berbagai jenis mesin.
SIKLUS MESIN BAKAR.
Siklus mesin bakar atau lebih umum
disebut siklus Otto di tunjukkan pada gambar di bawah ini.

Siklus Otto dibatasi oleh
dua garis lengkung adiabatik dan dua garis lurus isokhorik. Dimulai dari titik
a, maka :
-
Kurva ab dan cd masing-masing adalah kurva
pemampatan dan pengembangan adiabatik.
-
Garis lurus bc dan da masing-masing adalah garis
lurus untuk pemanasan dan pendinginan isokhorik.
SIKLUS MESIN DIESEL.
Siklus
untuk mesin diesel ditunjukkan pada gambar di atas ini. Siklus pada mesin
diesel dibatasi oleh dua garis lengkung adiabatik dan satu garis lurus isobarik
serta satu garis lurus isokhorik.

Dimulai
dari titik a, maka :
-
Kurva ab dan cd masing-masing adalah kurva
pemampatan dan pengembangan adiabatik.
-
Garis lurus bc adalah garis lurus pemanasan
isobarik.
-
Garis lurus cd adalah garis lurus pendinginan
isokhorik..
SIKLUS
MESIN UAP.
Siklus mesin uap yang juga
disebut siklus Rankine ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Siklus ini
dibatasi oleh dua garis lengkung adiabatik dan dua garis lurus isokhorik. hanya
saja pada mesin uap ini terdapat proses penguapan dan pengembunan.

Mula-mula air dalam keadaan
cair dengan suhu dan tekanan rendah di titik a.
-
kurva ab adalah kurva pemampatan secara adiabatik dengan tekanan yang sama
dengan tekanan di dalam periuk pendingin.
- garis cd adalah proses
pengubahan air menjadi uap.
- Garis de adalah prosers
pemanasan sehingga suhu uap sangat tinggi.
- Kurva ef adalah proses
pengembangan secara adiabatik.
- garis fa adalah proses
pengembunan sehingga kembali ke keadaan awalnya.
HUKUM II TERMODINAMIKA.
Effisiensi (daya guna mesin)
Dalam hukum II
Termodinamika akan dibahas perubahan kalor menjadi energi mekanik melalui
sebuah mesin, dan ternyata belum ada sebuah mesinpun yang dapat mengubah
sejumlah kalor menjadi energi mekanik seluruhnya.

Sebuah mesin diberi energi
berupa kalor Q1 pada suhu tinggi T1, sehingga mesin melakukan
usaha mekanik W. Energi yang dibuang berupa kalor Q2 pada suhu T2,
maka effisiensi mesin adalah :
Menurut
Carnot untuk effisiensi mesin carnot berlaku pula :
Sebenarnya tidak ada
mesin yang mempunyai effisiensi 100 % dan dalam praktek effisiensi mesin kurang
dari 50 %.
LATIHAN SOAL
1. Sebuah mesin
Carnot yang reservoir suhu tingginya pada 127 oC menyerap 100 kalori
dalam tiap-tiap siklus pada suhu ini dan mengeluarkan 80 kalori ke reservoir
suhu rendah. Tentukanlah suhu reservoir terakhir ini.
2. Berapakah
effisiensi suatu mesin yang menerima 200 kalori dari sebuah reservoir bersuhu
400 oK dan melepaskan 175 kalori ke sebuah reservoir lain yang
bersuhu 320 oK. Jika mesin
tersebut merupakan mesin carnot berapakah effisiensinya.
3.
Hitunglah effisiensi ideal dari
suatu mesin Carnot yang bekerja antara 100 oC dan 400 oC.
4.
Sebuah mesin carnot yang
menggunakan reservoir suhu rendah pada 7 oC, daya gunanya 40 %.
Kemudian daya gunanya diperbesar 50 %. Berapakah reservoir suhu tingginya harus
dinaikkan.
5.
Mesin Carnot bekerja di antara
dua reservoir panas yang bersuhu 400 oK dan 300oK. Jika
dalam tiap siklus, mesin menyerap panas sebanyak 1.200 kalori dari reservoir
yang bersuhu 400 oK, maka berapakah panas yang dikeluarkan ke
reservoir yang bersuhu 300 oK.
6. Sebuah mesin
carnot bekerja diantara 450 oC dan 50oC. Berapakah
effisiensinya ?
----o0o-----
PERUMUSAN KELVIN-PLANK
PERUMUSAN KELVIN-PLANK
TENTANG HUKUM II TERMODINAMIKA
Pada dasarnya perumusan
antara Kelvin dan Plank mengenai suatu hal yang sama, sehingga perumusan
keduanya dapat digabungkan dan sering disebut : Perumusan Kelvin-Plank Tentang Hukum Ii Termodinamika.
Perumusan Kelvin-Plank
secara sederhana dapat dinyatakan sebagai berikut :
“Tidak Mungkin Membuat Pesawat Yang Kerjanya
Semata-Mata
Menyerap Kalor Dari Sebuah Reservoir
Dan Mengubahnya Menjadi Usaha”
Sebagai contoh marilah
kita perhatikan proses yang sebenarnya terjadi pada motor bakar dan motor
bensin.
-
Mula-mula campuran uap bensin dan udara dimasukkan
ke dalam silinder dengan cara menarik penghisap.
-
Kemudian penghisap ditekan, dengan demikian campuran
tadi dimampatkan sehingga temperatur dan tekanannya naik.
-
Campuran tadi kemudian dibakar dengan loncatan bunga
api listrik. Proses pembakaran ini menghasilkan campuran dengan temperatur dan
tekanan yang sangat tingi, sehinga volume campuran tetap (proses isokhorik)
-
Hasil pembakaran tadi mengembang, mendorong
penghisap, sedangkan tekanan dan temperaturnya turun, tetapi masih lebih tinggi
dari tekanan dan temperatur di luar.
-
Katub terbuka, sehingga sebagian campuran itu ada
yang keluar sedangkan penghisap masih tetap ditempatnya.
-
Akhirnya penghisap mendorong hampir seluruhnya
campuran hasil pembakaran itu keluar.
PERUMUSAN CLAUSIUS
TENTANG HUKUM II TERMODINAMIKA.
Perumusan Clausius tentang
hukum II Termodinamika secara sederhana dapat diungkapkan sebagai berikut :
“Tidak Mungkin Membuat Pesawat Yang Kerjanya Hanya
Menyerap Dari Reservoir Bertemperatur Rendah Dan Memindahkan Kalor Itu Ke
Reservoir Yang Bersuhu Tinggi, Tanpa Disertai Perubahan Lain.
Sebagai contoh marilah kita
lihat proses pada lemari pendingin (lemari es) yang bagannya pada gambar di
bawah ini.

-
Zat cair di
dalam wadahnya pada tekanan tinggi harus melalui saluran yang sempit, menuju ke
ruang yang lapang (Avoporator). Proses ini disebut : Proses Joule-Kelvin.
-
Tiba di ruang yang lapang, temperatur dan tekanan
zat cair tadi berkurang, dan zat cair juga menguap. Untuk menguap maka zat cair
ini memerlukan kalor yang diserap dari reservoir T2 (suhu reservoir
dingin = suhu benda yang akan didinginkan).
-
Kemudian uap pada tekanan rendah ini masuk ke dalam
kompresor, dimampatkan, sehingga tekanannya dan temperaturnya naik. Temperatur
uap ini lebih tingi dari temperatur reservoir T1 (temperatur suhu
tingi) dan T1 > T2
-
Di dalam kondensor uap ini memberikan kalor pada
reservoir T1. Sebagai reservoir T1 dapat digunakan udara
dalam kamar atau air. Zat yang sering dipakai pada pesawat pendingin adalah : Amoniak.
Pada proses ini selain pemindahan kalor dari reservoir dingin T2 ke
reservoir T1, terjadi pula perubahan usaha menjadi kalor yang ikut
dibuang di T1.
KUNCI
JAWABAN.
Kalor
Jenis Gas.
1. 6,5 x 102
joule/kg 0K
9,1 x102 J/kg 0K
2. a) 6,2 x 102
J/kg 0K
1,03 x 102 J/kg 0K
b) 1,03 x 104 J/kg 0K
1,44 x 104 J/kg 0K
3. 1,04 x 103
J/kg 0K
4. 3,13 x 102
J/kg 0K
5. 9,73 x 102
J/kg 0K
Hukum
I Termodinamika
Untuk
Proses Isobarik.
1. W = 0,0671 J; D U =
2389,7329 J
2. W = 68,3 J; D U
=2,259932 x 106 J
3. a) Q = 6,23775 x105 J
b) D U =
4,45554 x105 J
c) W = 1,78221 x105 J
4. a) D
U = 20,767 J
b) W = 9,0668 J
Hukum
I Termodinamika
Untuk
Proses Isokhorik ( Isovolumik )
1. a) W = 0
b)
c)
2. 
3. 
4. a) W=0
b)
Hukum
I Termodinamika
Untuk
Proses Adiabatik.
1. 663 N/m2 ; 1.2620 C; -4,2 x 104 Joule
2. 2,5 x 106 N/m2
; 6860 K;
8,57 x 103 Joule
3. 1,25 x 106 N/m2; 6260 K;
2,02 x 104 Joule
4. 3 atm
5. 134,07 cmHg
6. 510 C
Penerapan
Hukum I Termodinamika.
Siklus.
1. a) W1-2 = 3,28
x 106 joule
W2-3 = -1,97 x 106 joule
W3-1 = 0
b) Q1-2 = 8,23 x 106 joule
Q2-3 = 0
Q3-1 = 4,96 x 106 joule
c) U1-2 = 4,96 x 106 joule
U2-3 = 0
U3-1 = 4,96 x 106 joule
2. 2 x 103 joule
3. a) 1-2 Proses adiabatik
dan 1-3 proses
isotermik. Kurva adiabatik lebih
curam dari pada kurva isotermik.
b) P2 = P3 = 2 x 10-5
Nm-2
c) T2 = T1 = 6000 K
d) V3 = 8 x 10-3 m3
4. a) 0
b) 1,7 x 104 joule
c) 1,7 x 104 joule
d) 0,23 m3
5. a) T1 = 3000
K; P1 = 105 Nm-2
T2 = 6000 K; P2 = 2 x 105 Nm-2
T3 = 4550 K; P3 = 105 Nm-2
b) 52,34 Joule.
Hukum
II Termodinamika
Efisiensi
Mesin.
1. 470 c
2. 12,5 %; 20 %
3. 44,6 %
4. 93,1 %
5. 900 kalori 6. 59,4 %
Komentar
Posting Komentar